BDS?

Apa Itu BDS?

Pada pertemuan tahunan di Budapest tahun 1995, the Committee of Donor Agencies for Small Enterprise Development memutuskan untuk fokus BDS bagi Usaha Kecil, dengan tujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan praktek penyediaan jasa yang terbaik. Suatu Kelompok Kerja BDS didirikan dan Pedoman Awal ditulis dan diterbitkan dalam bulan Januari 1998. Banyak lembaga berperan dan berpartisipasi aktif dalam proses ini, termasuk GTZ, ILO, SDC dan DFID.

Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas, dilakukan serangkaian konferensi internasional dan regional dengan bantuan Komite Donor. Banyak anggota lembaga berperan dalam pekerjaan ini, baik sebagian maupun dalam seluruh rangkaian konferensi, termasuk DFID, Ford Foundation, GTZ, IADB, IFC/Mekong Project Development Facility, ILO, USAID dan Bank Dunia, sementara lembaga donor lainnya memberikan kontribusi finansial atau dukungan makalah dan peserta. Konferensi regional fokus ke Afrika (Harare, Zimbabwe, September 1998), Amerika Latin dan Kep. Karibia (Rio de Janeiro, Brazil, Maret 1999) dan Asia (Hanoi, Vietnam, April 2000); Konferensi Internasional dilaksanakan di Rio pada tahun 1999. Disamping itu, suatu Konferensi Virtual tentang Kerangka Kerja Pengukuran Kinerja untuk BDS dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 1999.

Kelompok Kerja BDS menyiapkan konsep dokumen yang mencantumkan prinsipprinsip pedoman (saat itu disebut Guidelines ) berdasarkan makalah dan hasil diskusi konferensi. Konsep tersebut merupakan dasar pembahasan dan bahan utama untuk menyusun konsensus tentang prinsip-prinsip intervensi donor dalam BDS. Dalam bulan September 1999, dokumen konsep dibahas dan diperbaiki dalam konsultasi pertemuan Komite Donor di Roma; konferensi bulan Maret 2000 di Hanoi; dalam bulan Juli-Agustus 2000 sewaktu Program Pelatihan BDS di Glasgow (dipimpin oleh Springfield Centre); dalam bulan September 2000 sewaktu seminar ILO di Torino, Italia ( Emerging Good Practices in BDS: First Annual Seminar ); dan bulan Oktober 2000 dalam Pertemuan Tahunan Komite Donor di Vienna. The Small Enterprise Education and Promotion (SEEP) Network dari Amerika Utara juga memberikan masukan substansial melalui Kelompok Kerja BDS. Dengan demikian proses persiapan dokumen ini merupakan pengalaman yang menarik dimana para peserta banyak belajar dan saling bertukar pengalaman.

Kegagalan intervensi tradisional menyediakan jasa BDS yang bermutu dengan biaya terjangkau bagi sebagian besar populasi sasaran Usaha Kecil menjadi motivasi untuk mencari “paradigma baru” tentang BDS. Terdapat pendapat umum bahwa penyediaan jasa-jasa usaha dengan bantuan dan pendanaan publik tidak mencapai tujuannya, yaitu peningkatan produktivitas dan daya-saing usaha, penciptaan lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan dan mobilitas sosial. Disamping itu, tidak ada The Preliminary Guidelines (buku kuning) telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Perancis dan Spanyol dan ribuan salinan telah dicetak dan disebar-luaskan. Dapat di ‘down load’ dengan bebas dari situs Komite Donor dan tersedia juga dalam bentuk hard copy. pengukuran kinerja yang baik untuk membuat evaluasi dan perbandingan program-program. “Kerangka Kerja BDS” tumbuh dari keyakinan komunitas donor bahwa sasaran ekonomi dan sosial hanya akan tercapai apabila dapat mengandalkan pelaku sektor swasta yang menyediakan beragam layanan jasa. Pemberdayaan sektor swasta untuk mencapai jangkauan yang lebih luas memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana penyedia BDS dapat mencapai kemandirian finansial atau bahkan mendapatkan keuntungan. Proses penyusunan Pedoman ini diluncurkan berdasarkan kesepakatan dasar tujuan intervensi BDS, yaitu dampak, jangkauan, kesinambungan dan pembiayaan yang efektif.

Berbagai lembaga dan pembuat program BDS mengumpulkan data yang berbeda untuk tujuan evaluasi dan dengan demikian tidak dapat membuat perbandingan kinerja proyek secara efektif. Kerangka Kerja Pengukuran Kinerja/ The Performance Measurement Framework (PMF) dan berbagai inisiatif lainnya merupakan pekerjaan berlanjut utama para anggota Komite Donor untuk mencapai kesepakatan membuat kerangka kerja umum dan metodologi pengukuran. Namun demikian masih belum ada kesepakatan bagaimana standar indikator kinerja dapat diterapkan pada berbagai program BDS dengan tujuan dan instrumen yang berlainan. Sama seperti instrumen intervensi, praktek pengukuran kinerja saat ini belum sepenuhnya disesuaikan dengan baik dalam paradigma pengembangan BDS.

Walaupun saat ini telah banyak dilakukan berbagai upaya, bidang ini mencakup suatu rentangan luas peluang intervensi sehingga penentuan “praktek terbaik” masih harus dirumuskan dan disepakati. Dalam banyak hal, praktek yang berjalan saat ini masih sangat jauh dari prinsip-prinsip yang tercantum dalam dokumen ini dan lembaga-lembaga donor masih harus memikirkan bagaimana melakukan transisi dari praktek kerja pada saat ini menuju praktek kerja terbaik.

Jim Tanburn (ILO), Gabriele Trah (GTZ) dan Kris Hallberg (Bank Dunia) Penulis utama dalam Kelompok Kerja BDS

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

%d blogger menyukai ini: