UMKM

KOPERASI didorong maksimalkan potensi energi alternatif

Kementerian Koperasi dan UKM terus mencari pola terbaik untuk mengoptimalkan berbagai potensi  energi alternatif secara berkelanjutan dengan mengedepankan peranan lembaga koperasi sebagai pelaku utamanya.

Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, menjelaskan pengembangan energi alternatif  perlu dioptimalkan, karena kebutuhan energi listrik yang selama ini bertumpu pada sumber daya fosil, semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan energi nasional.

Sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan di antaranya tenaga air melalui program pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), tenaga surya melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga angin atau bayu mellaui pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) maupun biogas dan biomassa.

”Salah satu potensi sumber energi alternatif seperti biomassa memiliki potensi sebesar 147 juta ton per tahun. Biomassa lainnya dari jerami dan sisa anen, tanaman liar berkarbohidrat dan kotoran hewan diperkirakan mampu menghasilkan energy sebesar 470 giga joule,” katanya kepada Bisnis, (2/12).

Jumlah itu setara dengan 130,5 MWh, dan pada era modern saat ini ketersediaan energi listrik menjadi kebutuhan dasar manusia untuk penerangan, elektronik serta mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi produktif.

Menurut dia, pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai sumber energi alternatif yang dikenal dengan istilah biogas, pemanfataannya masih terbatas untuk bahan bakar rumah tangga sebagai pengganti bahan bakar minyak.

Menurut Asisten Deputi Urusan Ketenagalistrikan dan Aneka Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit, padahal biogas selainuntuk kebutuhan rumah tangga, bisa dimanfaatkan untuk penerangan untuk dipergunakan melalui lampu petromak.

”Adapun pemanfaatan lampu ini bisa dipakai untuk pemanasan usaha peternakan ayam, bahan bakar genset untuk menghasilkan listrik maupun penggerak mesin untuk usaha produktif.  Ada dua pula untuk pemanfaatan biogas, yakni pola tersebar dan pola terpusat,” katanya.

Koperasi sebagai lembaga masyarakat berbadan hukum, telah melaksanakan fungsinya mengelola beberapa pembangkit sumber energi listrik melalui pengelolaan energy baru dan terbarukan. Pengelolaan yang dipercayakan kepada koperasi, diyakini  sangat strategis.

Sebab, katanya, potensi koperasi sangat besar menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik yang tersedia di daerah. Terutama memanfaatkan listrik sebagai pendorong usaha.

About bdsindonesia

Hadir dan Mengalir, untuk memajukan UMKM Indonesia melalui BDS / Business Development Services.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

%d blogger menyukai ini: