entrepreneurship

Arief Widhiyasa, Jadi CEO Gara-gara ‘Gila’ Ngegame

“Because we have a dream, that life would be much happier, and game is that which drives our passion. And because we believe that by doing what we love, we can make our dreams come true”.

Sepenggal kalimat ini menuntun seorang Arief Widhiyasa mewujudkan mimpi-mimpinya. Bersama timnya di Agate Studio, Arief bercita-cita membuat semua orang menjadi lebih bahagia. Yuk, berkenalan dengan CEO Agate Studio ini.

Gila ngegame sejak kecil

Sementara banyak orangtua khawatir anaknya kebanyakan main game, Arief termasuk yang beruntung karena kedua orangtuanya membebaskannya untuk asyik dengan mainannya.

“Dari kecil saya keranjingan game. Intinya sih saya hardcore banget lah. Pulang sekolah main game,” kisah Arief mengenang masa kecilnya.

Saking keranjingannya, boleh dibilang sepertiga sampai setengah waktunya dipakai untuk game. Positifnya, kelahiran Singaraja, 4 april 1987 ini, diam-diam justru belajar dari setiap game yang dimainkannya.

“Dari kecil saya juga sudah punya keinginan untuk bisa bikin game sendiri. Waktu itu terpikir, kayanya seru nih kalau bisa bikin game,” ujarnya.

Membangun Agate Studio

Di bangku kuliah, Arief menemukan teman-teman yang ‘sama gila’ dengan dirinya. Para mahasiswa ITB (Institut Teknologi Bandung) ini sama-sama punya hobi main dan bikin game.

“Di 2007 kerjaan kita tiap minggu kumpul. Main game, seneng-seneng, ikut lomba, kalah. Sampai 2009 ada teman yang mau lulus, dari situ kita mulai ada kesadaran akan realita. Ketika kita lulus, orangtua mengharapkan kita punya pekerjaan. Jadi gak mungkin kita begitu terus,” papar sulung dari dua bersaudara ini.

Namun pada saat bersamaan, mereka juga menyadari bahwa tidak ada perusahaan game yang siap menampung 18 orang mahasiswa sekaligus. Maka, diputuskan untuk membuat startup developer game sendiri.

“Para pendiri Agate yang 18 orang ini punya passion di game. Kita percaya, game punya potensi ke depannya. Kita ingin hidup disini dan kita percaya kita bisa,” ungkap Arief berbinar-binar.

 

Gaji Rp 50 ribu sebulan

Pengalaman membangun Agate diakui Arief memberikan banyak pelajaran berharga bagi dirinya maupun timnya. Ada cerita menarik, di awal Agate berdiri, karyawannya hanya digaji Rp 50 ribu sebulan.

“Semuanya struggling sekali. Kami mulai tanpa skill manajemen, tanpa track record pernah membuat game yang laku,” kisahnya.

Dalam kondisi seperti itu, lebih ‘sakit’ lagi Arief cs pun harus merekrut orang. Di bulan ketiga Agate berdiri, kru bertambah menjadi 26 orang. Namun, masih tanpa revenue.

“Pada waktu itu kita bilang, jika mempunyai passion yang sama, mari kita bersama-sama mencapai impian kita,” kata Arief.

Pilih Drop Out demi game

Seiring semakin kuat keinginannya berkecimpung di dunia game, Arief memilih drop out. Lagi-lagi, pemuda yang hobi bermain basket ini beruntung karena kedua orangtua membolehkannya mengambil keputusan itu.

“Kebetulan orangtua saya wirausaha, jadi cukup fleksibel,” kata Arief, merasa berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan keduanya.

Dikatakannya, ada juga beberapa teman-teman co-founder lain yang awalnya tidak didukung orangtua. Namun setelah melihat perkembangannya, restu orangtua pun meluncur dengan mulusnya. “Cara meyakinkannya ya dengan bukti, result,” kata Arief lagi.

Prestasi mendunia

Kini, tiga tahun Agate berdiri, sudah 120 game mereka buat. Krunya sudah bertambah menjadi 80 orang. Pasarnya pun tak hanya di dalam tapi juga luar negeri. Menariknya, pada awal memasarkan game, mereka justru lebih dulu merambah pasar internasional.

Meski sederet prestasi sudah mereka raih, bagi Arief dan timnya, bukan itu prestasi terbesar mereka. Lantas apa?

Achievement terbesar kita selalu saat ini adalah, kita selalu melakukan apa yang kita senangi. Karena itu achievement terbesar, maka menjadi tantangan kita untuk mempertahankannya,” terangnya.

Tak heran, lingkungan kerja di Agate menjadikan ‘Live the Fun way’ menjadi slogan mereka. Dengan karya mereka, Agate mengusung visi sederhana, namun bermakna: membahagiakan dunia.

“Sharing saya untuk teman-teman kalau mau buat startup atau mau buat apapun, yang penting bahagia, makanya kami populerkan slogan ‘Live the Fun Way’,” simpulnya.

About bdsindonesia

Hadir dan Mengalir, untuk memajukan UMKM Indonesia melalui BDS / Business Development Services.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

%d blogger menyukai ini: