UMKM

221 Produk Ekspor Indonesia Dituduh Dumping & Subsidi

Hingga saat ini tercatat ada 221 produk Indonesia dituduh oleh berbagai negara telah melakukan praktik perdagangan curang seperti dumping dan subsidi. Padahal tuduhan tersebut tidak benar dan mengakibatkan kerugian bagi pengusaha dalam negeri.
Kalangan pengusaha menuntut pemerintah meniru perlakuan negara-negara yang menuduh, misalnya dengan menerapkan bea masuk anti dumping sementara, yang sampai saat ini belum pernah diterapkan. Pasalnya, di negara lain justru produk Indonesia kena tuduhan bahkan dikenakan bea masuk anti dumping sementara.

“Ada barang ekspor kita di luar negeri sebanyak 221 yang dituding dumping, subsidi dan safeguard. Kami meminta pemerintah ‘nakal’ juga, tiru perlakuan negara-negara yang menuduh produk kita telah melakukan anti dumping, safeguard dan anti subsidi, seperti pengenaan bea masuk anti dumping sementara,” ujar Direktur Eksekutif Assosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies, Minggu (12/2/2012).

Diungkapkan Ratna, seperti produk kertas dan tekstil Indonesia yang diekspor ke Australia, dituduh telah melakukan anti subsidi. “Padahal sudah jelas, mana ada industri kita yang pakai listrik subsidi, atau bahan bakar subsidi? Tidak ada. Tapi kita di Australia kena,” ujar Ratna.

Contoh lain, seperti kasus produsen terigu dengan Turki, produk tepung terigu Indonesia yang diekspor ke Turki kena bea masuk safeguard. “Ada ratusan HS Number Ekspor tepung kita ditolak, atau data validnya saja dari Kementerian, ada 58 HS Number C1 tepung terigu Indonesia kena safeguard di Turki, namun kita? Tidak ada satupun produk Turki yang kena tuduh di Indonesia,” jelasnya.

Ratna mengharapkan Indonesia juga mau meniru sikap negara lain, dengan menerapkan tarif bea masuk anti dumping tambahan. “Ini biar adil, kita diperlakukan seperti itu dinegara lain, tapi disini tidak ada satupun,” ujarnya.
Ia saat ini sedang berusaha mepertemukan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dengan Asosiasi Holtikultura terkait buah sayuran impor. “Kita sekarang dibanjiri buah impor, dengan mengenakan bea masuk tambahan saya yakin berhenti tuh banjir buah impor,” tandasnya.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Kementerian Perdagangan semenjak 1995 hingga 2010, sedikitnya ada sekitar 198 kasus tuduhan produk Indonesia melakukan dumping, subsidi dan safeguard. Negara yang laing sering menuduh pada periode tersebut yakni Uni Eropa dengan 26 kasus, India 26 kasus dan diikuti Amerika Serikat 24 kasus.
Salah satu contoh pada tahun 20 Maret 2008, produk ban dalam dan luar untuk sepeda mendapat tuduhan dari Turki dan dikenakan BMAD sebesar 29,6-33% (HS.4011.50) dan 17,8-33% (HS.4013.20) TMT 1 Agustus 2009.

Data tersebut juga mengungkapkan, beberapa produk indonesia yang sering kena tuduh diantaranya chemical products yang dituduh Uni Eropa, Amerika Serikat, India, Turki dan Pakistan, ada pula glass & glass Products sering dituduh Indoa, Aftika Selatan, Thailad, Australia, Selandia Baru dan Philipina. Ada pula produk paper dan steel products yang sering dituduh Afrika Selatan, Korea Selatan, Amerika, Serikat, Kanada, India, Malaysia dan Thailad.

sumber: Detik finance

About bdsindonesia

Hadir dan Mengalir, untuk memajukan UMKM Indonesia melalui BDS / Business Development Services.

Diskusi

One thought on “221 Produk Ekspor Indonesia Dituduh Dumping & Subsidi

  1. Make your stay in Paris perfect by choosing luxury hotel as your accommodation.
    Serviced apartments Sydney offer a home like environment.
    t simply an attraction to the numerous business and shopping facilities available.
    You can cook for yourself in your serviced apartment and enjoy the food
    of your choice.

    Posted by _=_ | 30 September 2014, 11:39 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

%d blogger menyukai ini: