Informasi, UMKM

Pendapatan Meningkat Melalui Kandang Belajar Sapi Rakyat

Kandang Belajar Sapi Rakyat - Bojonegoro

Kandang Belajar Sapi Rakyat - Bojonegoro

Bupati Bojonegoro Drs Suyoto Msi bertekad untuk mengembangkan agribisnis sapi. Hal tersebut merupakan salah satu program nyata bagi pembangunan ekonomi di pedesaan, khususnya pada bidang pertanian dan peternakan. Bupati Suyoto menyebutkan target pengembangan agribisnis sapi, yakni dalam kurun empat tahun, populasi sapi di Bojonegoro diharapkan akan meningkat dari sekitar 93 ribu ekor pada tahun ini menjadi sekitar 400 ribu ekor.

Di sisi lain, di beberapa desa di sekitar sumur minyak Banyuurip (termasuk kedalam Blok Cepu) yang dikelola oleh Mobil Cepu Limited (MCL) di Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Kalitidu sebagian masyarakatnya adalah petani peternak. Di setiap rumah tangga hampir selalu dipastikan ada 2-3 ekor sapi. Namun demikian mereka melakukan pemeliharaan ternak sapinya secara tradisional dan tidak intensif. Selain itu, sebagian warga sekitar sumur minyak Banyuurip tersebut telah kehilangan lahan pertaniannya yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana prasarana produksi minyak Blok Cepu. Sehingga mereka membutuhkan pengganti lapangan pekerjaan. Salah satu alternatif yang sangat mungkin adalah beternak sapi.

Untuk menjawab tantangan Bupati dan memberi solusi problem yang dihadapi masyarakat, SwissContact Indonesia Foundation bersama MCL dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengembangkan program peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha penggemukan sapi. Salah satu bentuk programnya adalah pendirian KBSR (Kandang Belajar Sapi Rakyat). KBSR adalah sebuah tempat pembelajaran bisnis penggemukan sapi yang terletak di Desa Brabowan, Kecamatan Ngasem. KBSR ini dibangun diatas lahan seluas sekitar 1 Hektar. KBSR mulai beroperasi pada bulan Maret 2010, dan dikelola oleh 5 orang anak-anak muda yang direkrut dari desa-desa di sekitar area operasi MCL.

Aspek yang ingin disentuh oleh KBSR adalah peningkatan kualitas SDM peternak. Hal itu dilakukan dengan memberi contoh langsung, bukti nyata, dan pengenalan hal-hal baru dibidang peternakan. Salah satu yang ditunjukkan oleh KBSR adalah peningkatan berat badan sapi 1 kilogram setiap hari. Artinya, bila pemeliharaan ternak sapi dilakukan dengan baik dan benar, maka akan memberi keuntungan yang signifikan kepada para peternak. Hal tersebut bisa dicapai melalui: pemilihan bakalan yang baik, kandang yang memenuhi syarat, pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, kesehatan ternak yang terjaga, dan memiliki akses pasar yang memadai.

Fasilitas yang tersedia di KBSR:

  • 3 kandang sapi model koloni      (sapi dilepas), dengan kapasitas per kandang sekitar 120 ekor.
  • 1 kandang sapi model      individu (sapi diikat), dengan kapasitas sekitar 10 ekor sapi.
  • Unit produksi pakan      konsentrat (mini feed mill) dengan kapasitas produksi sekitar 1,2 ton      pakan konsentrat per hari.
  • Unit pengolahan pupuk      organik (kompos) berbahan dasar kotoran sapi, dengan kapasitas sekitar 35      ton per 1 kali proses pengolahan.
  • Tempat pertemuan (joglo)
  • Ruang kantor
  • Gudang pakan.
  • Area lahan hijauan yang      ditanami dengan rumput gajah.

Produk/output dari kegiatan KBSR diantaranya:

  • Melakukan proses bisnis penggemukan      sapi potong.
  • Melakukan proses jual beli      sapi untuk digemukkan maupun yang sudah siap untuk dipotong.
  • Melayani kerjasama      penitipan penggemukan sapi dengan skema bagi hasil.
  • Memberikan pelatihan-pelatihan      terutama untuk bidang: teknis penggemukan sapi, pengolahan/produksi pupuk      organik, teknik amoniasi jerami dan bidang-bidang lain yang berkaitan      dengan bisnis penggemukan sapi
  • Menjual pakan konsentrat jadi      untuk penggemukan sapi (sapi jantan), penggemukan kambing/domba, dan pupuk      kompos.
  • Menjual bahan baku      konsentrat (selama persediaan ada), seperti dedak bekatul, tetes, FML, dan      lain-lain
  • Menjadi tempat pembelajaran      dan sekaligus tempat magang kerja di bidang bisnis penggemukan sapi.
  • Memfasilitasi      petani-peternak untuk akses pasar penjualan sapi ke Rumah Pemotongan Hewan      (RPH) di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro.

Ada pembelajaran menarik yang diperoleh dari adanya KBSR ini. Pertama, terjadi transfer of knowledge dari Swisscontact dan berbagai mitranya ke para pemuda desa setempat melalui kelembagaan KBSR. Mereka kini mampu mengelola KBSR seperti yang diharapkan. Kedua, KBSR telah mampu menarik minat berbagai pihak untuk datang,  melihat, belajar, dan ikut berbisnis dengan KBSR. Mulai dari memasok bakalan sapi, memasok bahan pakan dan hijauan, sampai dengan ikut menitipkan sapi untuk digemukkan di KBSR dengan pola bagi hasil. Dan hasil nyata yang bisa dilihat, bahwa KBSR telah jadi rujukan pembelajaran bagi masyarakat sekitarnya. Bahkan juga dari luar daerah. Tercatat KBSR telah dikunjungi oleh UGM, UNDIP, UNS, ITS, UNAIR, dan juga berbagai NGO. KBSR telah menjadi tempat magang bagi siswa-siswi SMK jurusan peternakan sapi. Juga para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Bangun Mandiri telah pula belajar intensif usaha penggemukan sapi di KBSR.

 (Tulisan ini telah dimuat di Majalah KARSA VOL 1 No. 07 tgl 15 januari – 14 februari 2012)

About bdsindonesia

Hadir dan Mengalir, untuk memajukan UMKM Indonesia melalui BDS / Business Development Services.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

%d blogger menyukai ini: